Jakarta, CNN Indonesia

Polisi menyebut kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar rombongan SMK Lingga Kencana, Depok di daerah Ciater, Subang, Jawa Barat disebabkan kegagalan fungsi rem.

Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Wibowo mengatakan berdasarkan keterangan Sadira selaku sopir bus dan para saksi, didapati fakta bahwa rem pada kendaraan tersebut beberapa kali coba diperbaiki.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Yang pertama di Tangkuban Parahu dilakukan oleh mekanik saudara Nana yang dipanggil oleh saudara Firman atas permintaan dari pengemudi. Perbaikan yang dilakukan adalah memperkecil jarak atau celah kanvas rem,” kata Wibowo kepada wartawan, Selasa (14/5).

Setelahnya bus kembali melanjutkan perjalanan. Namun, permasalahan pada rem kembali terjadi di rumah makan Bang Jun dan langsung dicoba perbaiki oleh sopir bus.

Saat itu, sopir bus mencoba memperbaiki kampas rem dengan meminjam seal kepada pengemudi lain. Tapi, karena seal tidak sesuai ukuran, perbaikan urung dilakukan.

“Daan pengemudi tetap melanjutkan perjalanan sampai akhirnya terjadi kecelakaan lalu lintas. Ini faktanya,” ucap Wibowo.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan terhadap ahli serta dokumen, diperoleh fakta di dalam kantong ruang udara kompresor ditemukan campuran oli dan air.

“Harusnya ruang udara ini udara saja tidak dicampur oli dan air. Kenapa saya sebut air karena ada proses pengembunan atau kondensasi yang ditimbulkan karena adanya uap air bertemu dengan permukaan lebih dingin,” tutur Wibowo.

“Kenapa sampai muncul oli, karena terjadi kebocoran oli di relay pump, menandakan bahwa perawatan tidak dilakukan secara rutin,” lanjutnya.

Wibowo menyebut pihaknya juga menemukan fakta bahwa oli pada bus tersebut dalam keadaan keruh. Artinya, oli kendaraan tidak diganti dalam kurun waktu yang cukup lalu.

Disampaikan Wibowo, pihaknya juga mendapati fakta di dalam minyak rem kandungan airnya melebihi 4 persen dengan indikator menyala.

“Fakta ketiga jarak antara kanvas rem standar 0,45 mm hasil pemeriksaan tadi jarak atau celah kanvas rem berada pada 0,3 mm artinya dibawah standar yang ditentukan,” ujarnya.

Fakta selanjutnya yakni terjadi kebocoran di dalam ruang relay part dan sambungan antara relay part dan booster. Jata Wibowo, karena ada bagian yang sudah aus atau rusak sehingga sambungan tidak tertutup rapat dan mengakibatkan angin berkurang sehingga booster hidrolik piston tidak maksimal.

“Dapat kita simpulkan penyebab terjadinya kecelakaan melibatkan bus Putera Fajar disebabkan karena kegagalan fungsi rem,” kata Wibowo.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Sadira selaku sopir bus sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 3 11 Ayat 5 Undang-Undang Lalu Lintas tahun 2009 dengan maksimal kurungan 12 tahun penjara serta denda 24 juta rupiah.

“Kita menetapkan bahwa tersangka dalam kasus kecelakaan ini adalah pengemudi bus Putera Fajar, atas nama Sadira,” ucap Wibowo.

Kecelakaan maut bus rombongan SMK Depok ini terjadi pada Sabtu (11/5) malam lalu sekitar pukul 18.45 WIB di jalanan yang menurun, Ciater, Subang.

Peristiwa itu melibatkan lima kendaraan, yaitu bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD-7524-OG, mobil Daihatsu Feroza di lajur Subang arah Bandung, serta 3 motor.

Sebanyak 11 orang menjadi korban jiwa dalam insiden ini. Korban tewas adalah 9 pelajar SMK Lingga Kencana Depok, 1 Guru SMK Lingga Kencana Depok, dan seorang pengendara motor yang merupakan warga Subang.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *