Solok, CNN Indonesia

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi dan rombongan nyaris menjadi korban longsor di kawasan Sitonjau Lauik, daerah perbatasan antara Kota Padang menuju Solok.

Kepala Biro Adpim Setda Prov Sumbar, Mursalim menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/5) tengah malam. Mahyeldi dan rombongan melaju dari arah Solok menuju Padang.

Mereka baru selesai meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang dan banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pak Gubernur sejak Minggu pagi meninjau lokasi bencana, memantau langsung penanganannya. Nah, kembalinya ke Padang melewati Sitinjau Lauik,” kata Mursalim kepada CNNIndonesia.com.

Jalur Sitinjau Lauik menjadi salah satu jalan alternatif karena jalan raya Padang-Bukittinggi yang biasa digunakan amblas dekat kawasan Lembah Anai. Jalan amblas sekitar 100 meter, akibat banjir bandang yang menerjang.

Namun sesampai di Sotinjau Lauik, ternyata perbukitan di sana tiba-tiba longsor. Longsoran mengakibatkan dua kendaraan tertimbun.

“Beruntung Gubernur dan rombongan tidak menjadi korban, meskipun kejadian itu berlangsung di hadapannya” ungkap Mursalim.

“Kendati demikian, ada dua unit kendaraan minibus yang terbawa material longsor ke dalam jurang,” katanya.

Melihat hal itu, Gubernur Mahyeldi ikut turun ke dasar jurang untuk membantu proses evakuasi korban.

Diketahui kemudian, ada 6 orang yang menjadi korban dari terseretnya 2 kendaraan minibus tersebut. Satu orang di antaranya terjepit pintu dan kritis, sementara 5 orang lainnya luka-luka. Semuanya berhasil dievakuasi menjelang Senin (13/5) dini hari.

Longsor Sotinjau Lauik itu menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan dari kedua arah, baik menuju Solok, maupun menuju Padang.

Pantauan CNNIndonesia.com yang berada di area longsor tersebut, ada ribuan pengendara terjebak. Badan jalan baru bisa dibersihkan sekitar pukul 02.00 WIB, sebelum kendaraan diiizinkan melintas.

(ned/gil)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *