Makassar, CNN Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 13 orang meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor di tujuh daerah Sulawesi Selatan. Satu orang lainnya dilaporkan hilang.

Banjir dan longsor di Sulsel terjadi di Kabupaten Luwu, Sidrap, Pinrang, Wajo, Enrekang, Soppeng dan Bone.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Data per hari ini terdata ada 13 korban meninggal dan ada satu yang hilang,” kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto di Makassar, Senin (6/5).

Dia mengatakan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor akan direkonstruksi setelah tanggap darurat selesai.

“Rehabilitasi rekonstruksi tentu saja dilakukan setelah tanggap darurat selesai, tapi proses perencanaan, persiapannya dilaksanakan secara paralel dengan tanggap darurat. Masing-masing daerah sudah mendata,” katanya.

Suharyanto mengatakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak itu ada mekanisme yang harus dilakukan setelah bencana.

“Bagi rumah masyarakat yang akan direlokasi, karena tidak mungkin tinggal di situ, kalau tinggal di situ dikhawatirkan banjir susulan terkena lagi. Nah, ini pemerintah daerah menyiapkan lahan-lahan untuk direlokasi,” tuturnya.

Setelah ada lahan untuk merelokasi warga, kata Suharyanto, Pemerintah Pusat nantinya akan melakukan pembangunan rumah warga yang terdampak bencana.

“Kemudian rumah warga yang rusak berat tapi tidak perlu digeser, tanahnya milik warga setempat, itu ada pergantian dari pemerintah pusat. Kalau rusak berat (bantuan) Rp60 juta, kalau rusak sedang Rp30 juta dan kalau rusak ringan Rp15 juta,” ujarnya.

(mir/pmg)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *