Jakarta, CNN Indonesia

Hakim Konstitusi Arief Hidayat mempertanyakan keaslian tanda tangan Ketua Umum NasDemĀ Surya Paloh dalam surat kuasa gugatan Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) Legislatif 2024.

Pasalnya, tanda tangan Surya Paloh itu berbeda dengan yang berada di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Hal itu dipertanyakan Arief dalam sidang pendahuluan PHPU legislatif perkara 98 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (3/5).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sebentar. Surat kuasa yang ditandatangani antara Ketua Umum Pak Surya Paloh dengan KTP-nya tanda tangannya beda sama sekali ini. Ini yang tanda tangan di KTP dan surat kuasa beda sekali. Ini yang tanda tangan di surat kuasa siapa ini?” tanya Arief.

Kuasa Hukum NasDem pun menyatakan bahwa itu tanda tangan Surya Paloh.

“Izin majelis, sepengetahuan kami Bapak Surya Paloh langsung,” jawab kuasa hukum NasDem.

Masih belum yakin, Arief kembali bertanya. Arief menilai hal tersebut janggal.

“Tapi kok beda sekali, ya?” tanya Arief lagi.

“Izin Yang Mulia, untuk KTP yang kami ajukan itu tahun 2014,” jawab kuasa hukum NasDem.

“Lah iya, masa tanda tangannya kok berubah sama sekali?” timpal Arief lagi.

Kuasa hukum NasDem tidak menjawab banyak. Dia hanya meminta izin untuk melakukan pengecekan ulang.

“Izin majelis, kalau diperkenankan nanti akan kami perbaiki,” kata kuasa hukum NasDem.

Dalam petitumnya, Partai NasDem meminta MK untuk membatalkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Dapil Kabupaten Banggai Kepulauan 2 dan Dapil Kota palu 1 untuk DPRD kabupaten/kota.

Partai NasDem juga ingin MK memerintahkan KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 001 Desa Tatakalai, Kecamatan Tinangkung Utara. Lalu TPS 24 Talise Kecamatan Mantikulore dan TPS 32 Tondo Kecamatan Mantikulore.

(yla/pmg)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *